Ketua Harian Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI), Novian Herbowo, menegaskan bahwa kebangkitan tinju nasional tidak bisa hanya berfokus pada elite, tetapi harus dimulai dari akar: pembinaan di daerah, pembibitan usia dini, dan sistem kompetisi yang hidup.

“Kalau mau bangkit, kita tidak bisa hanya bicara pelatnas dan Olimpiade. Kita harus bangun sistem dari bawah. Atlet hebat itu lahir dari kompetisi rutin, dari pelatih-pelatih di kampung, bukan dari program instan,” ujar Novian dalam acara Konsolidasi Nasional PERBATI di Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.

Pernyataan Novian menegaskan arah baru PERBATI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ray Zulham Farras Nugraha, sosok muda yang langsung memasang target tinggi dengan meloloskan petinju Indonesia ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Dalam pidatonya, Ray Zulham menyoroti fakta bahwa Indonesia sudah 24 tahun absen dari arena tinju Olimpiade. Ia menyebut hal ini sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Kita ingin kembali punya nama di panggung dunia. Dan untuk itu, target Olimpiade 2028 adalah langkah realistis asal kita bekerja dari sekarang, bukan menunggu nanti,” kata Ray.

Langkah awal sudah dilakukan. Pada 18 Juni lalu, PERBATI resmi diterima sebagai anggota World Boxing (WB) badan internasional tinju amatir yang kini menjadi jalur sah menuju Olimpiade.

Tak hanya itu, PERBATI akan bergabung sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) pada 15 Juli 2025, memperkuat legalitas dan jejaring nasionalnya.

Ray juga menekankan bahwa membentuk atlet tangguh tidak bisa dilakukan hanya di atas kertas. Untuk itu, PERBATI akan secara aktif mengirim atlet-atletnya ke berbagai kejuaraan internasional, baik di Asia maupun Eropa.

“Petinju kita harus dapat jam terbang internasional. Kualitas dan mental tidak akan terbentuk hanya lewat latihan—harus lewat kompetisi nyata. Dan kita akan kirim mereka ke sana,” ungkapnya.

PERBATI juga tak melupakan para pelatih sebagai elemen vital dalam siklus prestasi. Dalam waktu dekat, organisasi ini akan mengadakan pelatihan pelatih nasional dengan instruktur dari World Boxing. Yang istimewa, pelatihan ini terbuka untuk semua pelatih dari seluruh Indonesia dan digratiskan.

“Silakan semua pelatih ikut. Kita ingin mereka dapat sertifikat internasional. Karena tanpa pelatih berkualitas, tidak akan ada atlet juara,” ujar Ray.

Comments are closed.

Exit mobile version