Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penemuan jasad bayi perempuan yang terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Netty mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
Berdasarkan informasi sementara, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut, di mana salah satunya masih berusia 17 tahun. “Ini adalah tragedi yang sangat memprihatinkan. Seorang bayi kehilangan kesempatan untuk hidup dan tumbuh. Apabila terdapat pelanggaran hukum dan unsur kekerasan, proses hukum harus berjalan secara tegas,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026).
Netty menilai keterlibatan usia muda dalam kasus ini menjadi sinyal kuat bahwasanya persoalan pembinaan remaja serta ketahanan keluarga memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi yang tepat serta sesuai tingkatan usia menjadi krusial agar generasi muda tidak terjerumus pada informasi yang salah.
“Remaja membutuhkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko dari perilaku yang membahayakan masa depan mereka. Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Politisi PKS ini menekankan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama dalam membimbing dan menjaga anak. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangat diperlukan agar remaja tidak menghadapi persoalan besar secara sendirian.
Netty pun mendorong pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, hingga tenaga kesehatan untuk memperkuat sinergi dalam program pembinaan remaja dan pembangunan keluarga sebagai langkah pencegahan. “Pencegahan harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui sekolah dan masyarakat, serta didukung program pemerintah. Tragedi ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih serius menjaga masa depan anak-anak Indonesia,” tutup Netty.
